beberapa waktu ini kami sering sekali saling melempar pendapat, setuju-tidak setuju, membenarkan atau bahkan saling menyalahkan, hal-hal yang kecil melebar menjadi besar, yang besar diperkecil agar tak terlihat, semua praktis kepentingan belaka. orang-orang terdekat menjadi lawan, orang yang tak dikenal menjadi kawan, hubungan yang dulu erat jadi tambah erat tapi ada pula sebaliknya yang dulu erat kini hampir putus.
meyakini sesuatu yang dianggap betul dalam hati masing-masing adalah hak asasi tapi saya pribadi kadang lupa pada kewajiban asasi saya sendiri bahwa sanya saya juga harus dapat menghargai pendapat dan keyakinan yang orang lain pegang, hal ini mungkin yang sering kita lupa.
dalam bangsa dan negeri yang sudah diproklamirkan merdeka ini kami semua harus masih mencari, menemukan dan berusaha mewujudkan kemakmuran kami. karena sudah menjadi nature bahwa kebutuhan yang tak terbatas yang dihadapkan pada sumberdaya yang terbatas.
semua sendi luruh dalam pesta demokrasi, dari kalangan belangsak sampai yang kaya, dari kalangan yang intelek sampai yang buta huruf semua bergejolak menyuarakan pendapat dan pilihannya. tak terkecuali saya sebagai yang tak punya pilihan. tak punya pilihan karen amemang dalam penilaian saya yang bodoh ini belum ada yang sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan perbedaan nilai keinginan inilah yang menjadikan kami berbeda-beda tapi dengan satu harapan yang sama yaitu kemakmuran daam setiap individu masyarakat.
hahahahaha terlalu jauh atau ketinggian apa yang saya catatkan ini saya tak peduli, yang jelas kita dilahirkan untuk berbeda dan berkewajiban berusahan menyamakannya dalam sebuah kesepakatan
jl.babaran-jogjakarta senin 07 juli 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar