Jumat, 19 April 2013

streeeeeeeeeeees


Tuhan dan kita,
Dalam kenyataan yang biasa terpancar
Saat keluh, keringat, tenaga, waktu sudah terkorbankan
Cuma ada dua, yaitu tuhanmu dan dirimu sendiri sebagai auliyamu

Jangan pernah berharap dia akan datang memberikan tangannya,
Karena dunia hanya tahu bahwa dirimu bergerak jika kamu berkehendak tuk bergerak,
Manusia dengan kebutuhannya,
Kebutuhan yang akan dia puaskan jika dia inginkan

Jangan umbar kebaikanmu karena belum tentu orang baik padamu
Jangan memberi karena orang lain kadang enggan berbagi
Penuhi kebutuhanmu dengan kemampuanmu

Mungkin sudah tiba dimana individualism solusinya
Kolektivitas hanya buat mereka yang bijaksana
Dan bijaksana sekarang sudah terinjak kebutuhan kita
Silahkan saja bijaksana, dan temukan kepuasan didalamnya

Obat sakit hati adalah dengan apatis praktis,
Idealis hanya terwujud dalam mitos, legenda, hikayat, pabel, atua kisah-kisah novel saja

Yogyakarta 2013

Rabu, 17 April 2013

MEMELIHARA (berguru pada Ridwan Nurdiansyah)


Terangkum dalam kosong/
Terlunta dibibir bingung/
Rasa takut menyala disegala sumbernya/

Ada cemas dihembusan nafasnya/
Keraguan hinggap disetiap kedipku/
Aku hampir lepas sayangku/
Aku hirup setiap aroma menyengat/
Dinding kamar tetap dalam kebisuannya/

Siapa yang mampu tenangkan aku/
Siapa yang sedia menghibur kita/
Selain asap yang dihisap/
Dan yang lain hanya menatap dengan asingnya/

Kemarilah sayangku/
Aku datang dengan kecemburuanku/
Aku hampiri kamu diteras hiduku/
Jangan hanya diam dan tersipu/
Aku tak berkehendak tuk mengganggumu/
Kemarilah..kemarilah..kemarilah/
Dan hampiri niatku/

Aku berlalu dengan sekantung sagu bekal kita nanti/
Berbicara “kita”, ku harap bukan bualan yang berdera sekedar tentang/
Kita itu harus ada aku,
Dan kamu, mereka dan semuanya

Semuanya, aku berbicara menceritakan hal yang menjulang tinggi diatas kerendahan hati kalian,
Kemarilah kawanku yang dulu, sekarang, masa yang akan datang
Satu dari kawanku, Don Ipink (Rindwan nurdiansyah) berkata
“kita hanya perlu menjaga yang ada hingga tak pernah menjadi tiada”


yogyakarta 2013

Sabtu, 13 April 2013

SAMPAH LOGIKA

Kurusnya mrampas kegemukan,
sedu ini binasakan kesenangan,
makin jelek saja ketampanannya,

trlahir dibait2 yg putus,
trsaji bentangan pelangi pekat,
gelap ini munculkan hasrat,
hasrat merasuk dan trlahirlah si pemangku tangan..

Fikir ini melelahkan,
trkadang tekstualisasi datangkan sejuk,
lalu melawanlah logika dan mengamuk kesana kemari..

Merindu pd nilai,
tp norma ini membelenggu,
makhluk ini memang samar yg sedikit pijar, sdikit gelap...

Tanyakan pd teratai, knapa si kodok bawel mash bersuara !!!
Bisikan pd yg brtanya, knapa diri ini melantur kmana2 !!!




7 agusts 2012,
dijogjakarta

Rabu, 10 April 2013

PETANG


 Masih membekas sisa bayangan disore ini
Kenyataan memaksa mata menjadi sayu sorotannya
Bercerita tentang warna yang beda
Disisipkan ketegaran dalam tawa seadanya
Tak bisa memberi, aku hanya memasrahkan telinga
Kuserap semua kepusat dada
Sesekali kami tertawa,
Ketegaran adalah lapisan terdasar dari perisai
Dengan sabar menemani disetiap kerlip mata dan hirupan helaan nafas kasar
Tenangkan jari2 yang terus keluarkan tenaga,
Dan lihat jari itu tak berkeringan lalu memilih lecet luka

Jam 17.15
Petang sudah dipuncaknya, mega memerah..langit siap datangkan gelapnya
Dan maghribpun menyambut dengan nadanya


Gelagahsari 160113

IKPML-YO (Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Lebak Yogyakarta)


Disini saya belajar duduk, merangkak kemudian mencoba memijakan kaki dan berjalan sempoyongan hingga akhirnya berdiri dan mampu berjalan. Dilain hal, wadah inilah yang menjadikan lidah saya bisa berani berbicara.
Banyak warna yang saya dan kawan-kawan hiaskan disini mualai dari solideritas, ketawa, sedih, bertengkar satu sama lain, beda pendapat, menyatukan berbagai heterogenitas buah pikir, bahkan percintaan, kasih dan sayang, dan tentunya kegiatan ekonomi mulai dari membentuk koprasi yaaa walau pun tidak mampu bertahan lama akibat dari para kreditor-kreditor yang menunggak hahahahaha termasuk saya didalamnya. Tapi ini merupakan hal biasa karena organisasi ini berbentuk organisi public yang tentu berasaskan non profit oriented.
Pasang surut eksistensinya yang menurut saya mampu memberikan pelajaran dari wadah ini, jelas bahwa kita harus belajar dari apa yang telah para pendahulu kami berikan pada wadah ini. Namun terkadang menguras hati, terkadang membahagiakan dan inilah pasang surut itu.
Sadar betul dengan kondisi ini, dan hal yang paling bermakna adalah jalinan tali temali yang terpatri sampai kelak kita renta nanti, butir dari sebuah kebersamaan adalah yang menjadi rangkuman dan cerita kelak nanti. Nanti setelah kita beristri atau bersuami dan halaman perhalaman akan kita bagikan pada anak cucu kita. Huuuuuuuuuuuaaaaaah kemarilah para karib tengoklah cerita ini diberanda taman buah nanti, mengukir cerita kita di Yogyakarta.
hal yang tanda Tanya, cerita kita akan berujung kemana
hal yang paling buruk saya lakukan di IKPML-YO ini adalah melepaskan tanggung jawab saya dan melimpahkannya pada teman yang lain ketika saya cuti kuliah kemarin, dan sampai saat ini saya tidak tahu harus memulainya dari mana lagi. Semoga maaf dan ampunan bisa diberikan pada saya.
Terima kasih buat semuanya disini saya temukan diri saya sendiri, disini saya bisa memadukan kapan saya harus menjadi melankolis, phlegmatic, sanguinis dan koleris.
Terimakasih untuk tuhanku yang menggariskan saya ada ditengah-tengan mereka

Yogyakarta 20032013