Terangkum dalam kosong/
Terlunta dibibir bingung/
Rasa takut menyala disegala sumbernya/
Ada cemas dihembusan nafasnya/
Keraguan hinggap disetiap kedipku/
Aku hampir lepas sayangku/
Aku hirup setiap aroma menyengat/
Dinding kamar tetap dalam kebisuannya/
Siapa yang mampu tenangkan aku/
Siapa yang sedia menghibur kita/
Selain asap yang dihisap/
Dan yang lain hanya menatap dengan asingnya/
Kemarilah sayangku/
Aku datang dengan kecemburuanku/
Aku hampiri kamu diteras hiduku/
Jangan hanya diam dan tersipu/
Aku tak berkehendak tuk mengganggumu/
Kemarilah..kemarilah..kemarilah/
Dan hampiri niatku/
Aku berlalu dengan sekantung sagu bekal kita nanti/
Berbicara “kita”, ku harap bukan bualan yang berdera sekedar
tentang/
Kita itu harus ada aku,
Dan kamu, mereka dan semuanya
Semuanya, aku berbicara menceritakan hal yang menjulang
tinggi diatas kerendahan hati kalian,
Kemarilah kawanku yang dulu, sekarang, masa yang akan datang
Satu dari kawanku, Don Ipink (Rindwan nurdiansyah) berkata
“kita hanya perlu menjaga yang ada hingga tak pernah menjadi
tiada”
yogyakarta 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar