Kenyataan memaksa mata menjadi sayu sorotannya
Bercerita tentang warna yang beda
Disisipkan ketegaran dalam tawa seadanya
Tak bisa memberi, aku hanya memasrahkan telinga
Kuserap semua kepusat dada
Sesekali kami tertawa,
Ketegaran adalah lapisan terdasar dari perisai
Dengan sabar menemani disetiap kerlip mata dan hirupan
helaan nafas kasar
Tenangkan jari2 yang terus keluarkan tenaga,
Dan lihat jari itu tak berkeringan lalu memilih lecet luka
Jam 17.15
Petang sudah dipuncaknya, mega memerah..langit siap
datangkan gelapnya
Dan maghribpun menyambut dengan nadanya
Gelagahsari 160113
Tidak ada komentar:
Posting Komentar