ini lagi nulis
"air laut yang pasti tak mau kehilangan asinnya
karang yang bangga atas lubang keroposnya bukti jeripayahnya melawan ombak, gelombang
lalu dengan hangat mentari menolehkan wajahnya dikepagian
riuh nyiur daunnya bercampur dengan angin
tp kau tentu tahu dan merasakan panasnya siang di pantai tak terasa dengan tiupan angin yang mencoba menjadi penawarnya"
hahahahaha sadarlah bila dengan menulis tak bisa hilangkan beban di hati, maka jalan lainnya yang mujarab adalah merangkak kepada tuhan kita masing-masing, menghinakan diri lebih baik dibanding membusung dalam kosong....
Malingping,110913
Tidak ada komentar:
Posting Komentar