seleai aku terperangap pada keinginan yang teramat kuat, aku laagsung berkeringat dan sesal teramat menyayat. dia masuk keseluk hati mencoba menerkamnya, mengoyak jiwa ini seolah aku tak ingin menghidupkan lampu kamar dan membiarkan gelap menemani
aku berkawan sepi, berdampingan dengan gulum pikiran, seolah tiada cahaya dan warna
jogjakarta 1 oktober 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar