bila ragu sudah membuncah,
malu tinggallah malu/
bila kata sudah tak terbendug, aku cibir kau dengan kata mesra/
bila hati sudah tak mengimbangi ku bantu kau dengan nalar,
bila mulut sudah tak kerkendali kupasung kau dengan sepi,
bila imaji mulai mengglitik ku gaungkan dalam rinai lampu yang mungkin bisa padam kapan saja
aku bisa menerima disebab aku tak mampu membenci
rasa tinggalah rasa, seperti kanvas yang bisa dilukis dengan beribu warna/
sudah aku duga, kita tak seragam,
silahkan kau berjalan dengan pakaianmu dan acuhkan aku dengan pakaianku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar