pencari kebebasan itu mulai menyisir kesetiap lekut sendi pradaban,
mengoyak dengan kuku-kuku tajamnya
mencabik dengan taring-taring kuatnya
mereka dibantu hantu-hantu yang berdiam dirindang malam
bersembunyi diakar serabut beringin tua,
menggali setiap tanda pertanyaan,
menelan setiap perspektif
terus bergerak kesetiap beredaran darah bahkan masuk ke jantung yang memompa
keheranan akan semua tanda kekhilafan, kubalut dengan tilam perisai yang kuandalkan
aku melantur kesana kemari tuk temukan bingkai pasti
susahnya menulis, dikarang-karang yang terkikis ombak yang terus mengglayuti
tp besok akan ku asah lagi
puuuuuuuuuuuusiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing anying
bantul 03 septa12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar